Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Politik

Berbenah untuk harapan baru, Desa Sidomulyo bangkit

Dalam rangka persiapan penyusunan rencana kerja tahun 2019, pemerintah desa sidomulyo menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Acara itu diselenggarakan pada rabu 19/9/18 bertempat dipendopo desa Sidomulyo. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Pemerintahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Mojokerto, Drs. Junaedi, MM, Camat Bangsal, Pimpinan dan Anggota BPD, Lembaga desa, dan tokoh masyarakat serta RT dan RW. Acara dibuka langsung oleh Camat Bangsal yakni Drs.Mokh. Riduwan. Dalam sambutanya Camat bangsal menyampaikan bahwa hari ini merupakan sebuah momentum yang luar biasa. Akhirnya desa sidomulyo bisa menyelenggarakan musrenbangdes setelah hampir 3 tahun pemerintah desa kondisinya sangat memprihatinkan. Namun atas kerja sama dari semua pihak akhirnya desa mampu bergerak dan bangkit. " ibarat kemarin kita puasa, setelah ini kita harus merayakan lebaran, jangan puasa lagi,." Riduwan juga mengingatkan kepada seluruh...

Revolusi mental berdesa

Menjawab pertanyaan tentang dana desa di tahun ketiga nya merupakan tanggungjawab dari semua kalangan. Baik stakeholder terkait, lebih-lebih oleh Tenaga Pendamping Profesional Indonesia (TPPI) yang memang menjadi tugasnya untuk mengimplementasikan undang-undang desa sebagaimana tupoksi pendamping yang diatur dalam permendesa 4 tahun 2015 tentang Pendamping Desa. Undang-undang No 6 tahun 2014 mengisyarakatkan bahwa desa diberikan ruang untuk mengatur, mengelola serta menentukan arah pembangunannya sendiri dengan hak atas asal usul dan berskala lokal desanya. Hal itu di iringi dengan adanya dana desa yang digelontorkan langsung pemerintah pusat kepada desa. Iya kepada desa, artinya masyarakat desa. Bahwa dana desa digunakan untuk kepentingan masyarakat desa secara maksimal agar seluruh lapisan dapat merasakan langsung keberadaan dana desa itu. Parameter keberhasilan dari program ini tentunya adalah output penggunaan dana desa baik berupa infrastruktur desa maupun adanya pengua...

Ngopi ditahun politik part II

Perhelatan pilkada serentak menjadi momentum tahun politik di indonesia. Bilik kecil itulah kita gunakan untuk memilih pemimpin yang akan menjadi nahkoda selama lima tahun. Orang bijak bukan hanya taat bayar pajak tapi juga dengan menggunakan hak pilihnya dengan cerdas dengan memilih yang pas. Dalam penyelenggaraan pilkada serentak saat ini yang menjadi salah satu bidikkan paslon adalah suara dikalangan generasi milenial anak muda. Karena potensi suara anak muda yang cukup besar, maka masing-masing kandidat bersaing untuk mendapatkannya. Dari pasangan calon nomor 1 (khofifah-emil) maupun paslon nomor 2 (gus ipul-puti), keduanya mempunyai dambaan pilihan hati tersendiri dikalangan generasi milenial saat ini. Tentunya sudah tidak diragukan lagi kiprah para Cagub ini dikalangan NU, Gus ipul yang pernah menjabat ketua ansor jatim dan khofifah menjabat ketua umum muslimat NU. Dari berbagai macam pengalaman organisasi, pengalaman memimpin, pengalaman menjabat diberbagai posisi ...

Menjawab kritik pendamping desa

Undang-undang no 6 tahun 2014 tentang desa menyiratkan bahwa negara memberikan penghormatan dan kewenangan penuh kepada desa. Desa telah menjadi subjek yang mempunyai kewenangan untuk mengatur, mengelola, menentukan arah kebijakan pembangunanya sendiri dengan kewenangan berskala lokal desa aktualisasi dari kedudukan Desa sebagai self governing community. Dinamika perkembangan pemerintah desa dari tahun ke tahun berubah-ubah seiring dinamika politik.  Ketika dulu desa hanya sebagai objek dari bagian pembangunan oleh pemerintah pusat, desa tidak lah semenarik sekarang ini. Lahirnya undang-undang desa seolah melahirkan desa baru dan membuang paradigma desa lama. Saat ini desa menjadi sesuatu yang menarik. Karena lahirnya undang-undang desa juga teriring penyaluran dana desa. Banyak kritik yang menyebutkan bahwa dana desa sebagai produk politik yang ambisius dan dipaksakan. Namun disisi lain banyak fihak juga yang menyambut hangat dan berharap lebih manfaat dari dana des...

Ngopi di tahun politik

Beberapa hari ini media dipenuhi dengan hingar bingar berita pilkada serentak. Pemilihan kepala daerah serentak yang digelar di 171 wilayah termasuk 17 provinsi di Indonesia. Hampir media ekektronik, media online, media cetak memberitakan hajatan 5 tahunan ini. Sampai pendaftaran bakal calon ditutup dinihari kemaren (10/1) akhirnya tebak jodoh Paslon terjawab sudah. Banyak yang mencoba menerka siapa saja Paslon yang akan diusung oleh partai politik maupun koalisi partai politik. Dan bukan politik namanya jika tak penuh dengan kejutan, itupun yang terjadi ketika partai politik menentukan siapa jagonya yang naik pertarungan politik. Hangat suhu politik harus diimbangi hangatnya kopi diatas meja tentunya hati tetap dingin. Banyak faktor memang untuk sebuah partai politik menentukan siapa calonnya. Elektabilitas dan popularitas mungkin dua hal yang cukup pengaruh dan menentukan meskipun bakal calon yang diusung belum mempunyai Kartu anggota parpol. Tidak penting apakah dia ter...